Selasa, 30 Mei 2023

Selasa, 23 Mei 2023

Etnomatematika | Materi Kekongruenan Dalam Permainan Tradisional Engklek

Menurut Gerdes (dalam Indriyani, 2017:16) 
Etnomatematika adalah matematika yang diterapkan oleh kelompok budaya tertentu, seperti: kelompok masyarakat kelas 10 tertentu, kelompok buruh/petani, anak-anak, kelas-kelas profesional, dan lain-lain.

Unsur-unsur matematika yang ditemukan pada permainan tradisional engklek yaitu bangun datar, membilang, jaring-jaring, kekongruenan, refleksi, peluang, dan logika matematika. Pada penelitian ini difokuskan pada beberapa objek, diantaranya yaitu petak engklek, pemain engklek, gaco, serta aturan permainan engklek. 

Petak engklek memiliki unsur bangun datar, hal ini dapat dilihat dari bentuknya yang terdiri dari susunan persegi panjang dan setengah lingkaran.

Petak engklek memiliki unsur pencerminan (refleksi). Hal ini dapat ditunjukkan dari bentuknya yang jika kita gambar sumbu simetri sehingga memotong petak engklek menjadi dua bagian kanan dan kiri, maka akan terlihat bahwa bagian kanan simetri dengan bagian kiri.


Petak engklek memiliki unsur kekongruenan. Hal ini dapat dilihat dari bentuk setiap petaknya yang sama, dimana setiap petak terdiri dari 3 persegi 2 persegi. Persegi yang dimaksud yaitu 2 buah paving berbentuk persegi panjang.

Petak engklek memiliki unsur jaring-jaring. Hal ini dapat dilihat dari bentuknya yang mirip jaring-jaring kubus. Ketika memulai permainan, gaco dilemparkan pada petak pertama, sehingga petak yang tidak terdapat gaco di dalamnya membentuk jaring-jaring kubus jika setiap sisi memiliki ukuran yang sama.


Petak engklek memiliki unsur membilang. Hal ini dapat dilihat dari urutan petak yang akan dilalui saat bermain engklek. Ilustrasi membilang pada petak engklek dapat dilihat pada Gambar 6. Alur petak engklek yang akan dilewati pemain yaitu dari petak nomor satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, kembali ke tiga, dua satu.


Peremainan engklek juga memiliki unsur matematika peluang dan membilang. Terdapat lima orang pemain dengan urutan pemain pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Terdapat unsur peluang dalam menentukan urutan pemain. Misal A, B, C, D, E sedang bermain engklek, kemudian mereka melakukan hom pim pa untuk menentukan pola urutan bermain. Dengan menggunakan rumus permutasi, banyaknya pola urutan bermain dapat diketahui, yaitu 
Jadi, terdapat 120 pola urutan bermain dari kelima anak tersebut.




Soal Kuis Etnomatematika Materi Kekongruenan

 Di bawah ini merupakan soal kuis Matematika pada materi Kekongruenan kelas VIII SMP Loading…