Menurut Gerdes (dalam Indriyani, 2017:16)
Etnomatematika adalah matematika yang diterapkan oleh kelompok budaya tertentu, seperti: kelompok masyarakat kelas
10
tertentu, kelompok buruh/petani, anak-anak, kelas-kelas profesional, dan
lain-lain.
Unsur-unsur matematika yang ditemukan pada permainan tradisional engklek yaitu bangun datar, membilang, jaring-jaring, kekongruenan, refleksi, peluang, dan
logika matematika. Pada penelitian ini difokuskan pada beberapa objek, diantaranya
yaitu petak engklek, pemain engklek, gaco, serta aturan permainan engklek.
Petak engklek memiliki unsur bangun datar, hal ini dapat
dilihat dari bentuknya yang terdiri dari susunan persegi panjang dan setengah lingkaran.
Petak engklek memiliki unsur pencerminan (refleksi). Hal ini dapat ditunjukkan
dari bentuknya yang jika kita gambar sumbu simetri sehingga memotong petak engklek
menjadi dua bagian kanan dan kiri, maka akan terlihat bahwa bagian kanan simetri
dengan bagian kiri.
Petak engklek memiliki unsur kekongruenan. Hal ini dapat dilihat dari bentuk
setiap petaknya yang sama, dimana setiap petak terdiri dari 3 persegi 2 persegi.
Persegi yang dimaksud yaitu 2 buah paving berbentuk persegi panjang.
Petak engklek memiliki unsur jaring-jaring. Hal ini dapat dilihat dari bentuknya
yang mirip jaring-jaring kubus. Ketika memulai permainan, gaco dilemparkan pada
petak pertama, sehingga petak yang tidak terdapat gaco di dalamnya membentuk jaring-jaring kubus jika setiap sisi memiliki ukuran yang sama.
Petak engklek memiliki unsur membilang. Hal ini dapat dilihat dari urutan petak
yang akan dilalui saat bermain engklek. Ilustrasi membilang pada petak engklek dapat
dilihat pada Gambar 6. Alur petak engklek yang akan dilewati pemain yaitu dari petak
nomor satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, kembali ke tiga, dua satu.
Peremainan engklek juga memiliki unsur matematika peluang dan membilang. Terdapat lima orang pemain
dengan urutan pemain pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Terdapat unsur
peluang dalam menentukan urutan pemain. Misal A, B, C, D, E sedang bermain
engklek, kemudian mereka melakukan hom pim pa untuk menentukan pola urutan
bermain. Dengan menggunakan rumus permutasi, banyaknya pola urutan bermain dapat
diketahui, yaitu
Jadi, terdapat 120 pola urutan bermain dari kelima anak tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar